Subscribe Twitter FaceBook

Sabtu, 31 Maret 2012

Riya'

Share on :
Secara medis penyakit hati ada berbagai macam Hepatitis A dan yang lainnya terus terang saya tidak akan membahas lebih jauh tentang penyakit hati sebab saya bukan seorang Dokter apalagi Dokter Muda hehehe.
Yang saya paparkan disini adalah penyakit hati yang tidak terlihat yang menjadikan penyebab do’a  tidak di kabulkan.

Riya
Menurut bahasa Riya’ artinya Pamer atau memperlihatkan sesuatu dengan maksud ingin di puji baik berupa benda kepemilikan atau amal perbuatan.
Selain Riya’ sepadan dengan
Sum’ah  bedanya, jika Sum’ah adalah senang menceritakan perbuatan amal baiknya kepada orang lain.
Yah tentunya ingin dapat pujian bahwa ia seorang dermawan.atau ahli ibadah.
Bersikap Riya’ dan Sum’ah  merupakan sikap sia – sia . Bukannya mendapat pahala malah mendapatkan dosa dari Allah SWT.
Sabda Rosulallah :
“ Barang siapa berbuat baik kerana ingin didengar oleh orang lain ( sum’ah ) maka Allah akan memperdengarkan kejelekannya pada orang lain. Dan barang siapa berbuat baik karena ingin dilihat orang lain ( riya’) maka Allah akan memperlihatkan kejelekan pada orang lain “ ( H.R Bukhori )

Berikut sebagai contoh perbuatan Riya’ :

1. Riya’ dalam agama
    menunjukkan jalan yang lemas dan kurus agar di anggap bahwa dia ahli  puasa       

2. Riya dalam tingakah laku
    Selalu memakai jubah dan memegang tasbih dengan berkomat – kamit agar di anggap dirinya adalah ahli zikir dan pandai masalah urusan agama.

3. Riya’ dalam ucapan
    Selalu mengucapkan kalimat kalimat thoiyibah dengan harapan dia pandai serta fasih dalam hal agama

4. Riya’ dengan amal sodakoh
    Selalu menceritakan sodakoh serta amalnya baik itu kepada masjid atau bantuan fakir miskin

Mungkin sajian contoh diatas hanyalah sedikit dari perbuatan Riya’ serta sum’ah masih banyak lagi contoh – contoh yang lain.

Namun inti dari paparan diatas adalah sebisa mungkin kita selalu menjaga hati maupun
Tutur kata agar tidak menunjukan segala kebaikan yang kita perbuat.
Mengutip apa yang pernah di da’wahkan oleh KH. Zainuddin MZ. ( alm )
Bahwa berbuat baik itu dengan ikhlas seperti halnya kita pergi ke MCK . buang hajat besar.
   


0 komentar:

Posting Komentar