Orang-orang mukmin senantiasa membuktikan dan menunjukkan keimanannya dengan perilaku baik atau amal sholeh. Banyak ayat Al-Quran yang menyebutkan ciri-ciri orang yang benar-benar beriman, di antaranya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, maka gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal:2-4).
Ayat tersebut menyebutkan lima ciri mukmin sejati, yakni (1) hatinya bergetar saat mendengar
nama Allah SWT, (2) keimanannya bertambah jika mendengar bacaan Al-Quran, (3) bertawakal (berserah diri) hanya kepada Allah SWT, (4) mendirikan shalat, dan (5) menafkahkan rezeki di jalan Allah.
Dalam Tafsir Al-Quran Departemen Agama disebutkan, bergetarnya hatinya orang beriman itu karena ia ingat keagungan dan kekuasaan-Nya. Pada saat itu timbullah dalam jiwanya perasaan penuh haru mengingat besarnya nikmat dan karunia-Nya. Mereka merasa takut bila tidak memenuhi tugas kewajiban sebagai hamba Allah dan merasa berdosa bila melanggar larangan-larangan-Nya.
Bertambah iman mereka karena ayat-ayat Allah itu mengandung dalil-dalil kuat yang memengaruhi jiwanya sedemikian rupa, sehingga mereka bertambah yakin dan mantap serta dapat memahami kandungan isinya, sedang anggota badannya tergerak untuk melaksanakannya.
Tawakal adalah tingkat tinggi dan tangga tauhid dan merupakan senjata terakhir dan rentetan usaha seseorang dalam mewujudkan serentetan amal setelah dipersiapkan sarana-sarana dan syarat-syarat yang diperlukan guna terwujudnya rangkaian amal itu. Hakikatnya, segala macam gerak dan perbuatan hanyalah terwujud menurut hukum-hukum yang berlaku yang tunduk di bawah kekuasaan Allah. Maka tidak benarlah bila seseorang itu berserah diri kepada selain Allah.
Orang beriman mendirikan shalat secara tetap dan sempurna syarat-syarat atau rukun-rukunnya, serta tepat pada waktunya, sedang jiwanya khusyuk mengikuti gerak lahiriyah dan tunduk semata kepada Allah swt.
Orang beriman membelanjakan sebagian dari harta yang diberikan kepadanya di jalan Allah, termasuk mengeluarkan zakat, memberi nafkah kepada keluarga dekat ataupun jauh, atau membantu kegiatan sosial dan kepentingan agama serta kemaslahatan umat. Wallahu a’lam.*
Mari Berbagi
14 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar