Islam berasal dari kata salam yang berarti selamat. Islam adalah merupakan suatu agama yang diturunkan oleh Allah S.W.T. Melalui malaikat Jibril kepada Muhammad saw. (Nabi dan Rasul terakhir) sebagai penyempurnaan agama kepercayaan yang terdahulu (jaman jahiliyah/jaman kebodohan) yakni agama tauhid, Untuk seluruh umat agar terangkat dari kegelapan menuju terang benderang. Agama islam adalah satu satunya agama yang di anggap sah di hadapan Allah S.W.T.
انالدينعنداللهالاسلام.
"Innaddina 'Indallahil Islam". Artinya:
"Sebenar-benarnya agama (yang di anggapsah) di akui Allah, yaitu agama Islam".
Adalah wajib bagi kita memegang (memeluk/mempunyai) agama.
Agama yaitu aturan mengenai perintah dan larangan Allah, yang di bawa oleh nabi besar Muhammad saw. yang di peruntukan bagi seluruh umat manusia.
~Contoh perintah dari Allah: shalat lima waktu, puasa
pada bulan Ramadhan, mencari ilmu, belajar membaca Al-qur'an dan lain sebagainya.
Agama islam yaitu pengaturan untuk mengatur kehidupan manusia di alam dunia ini, agar dijauhkan dari kedurhakaan, supaya jalur hidupnya tidak kesasar, dan agar supaya hidupnya ada dalam kebahagiaan gemah ripah loh jinawi, dari dunia sampai akhirat.
Tuhan yang wajib di sembah adalah Allah S.W.T. Tuhan yang membuat tujuh lapis langit dan bumi serta segala rupa isinya, tidak ada yang menyamai-Nya. Dialah Tuhan yang wajib di sembah selamanya, Tuhan yang tunggal. Tidak memempunyai anak juga tidak dilahirkan, tidak mempunyai ibu dan bapak.
Allah adalah dzat sang maha pencipta yang tidak di ciptakan. Mahasuci Allah, Dia tercipta sendiri. Allah tidak mempunyai teman dan tidak ada yang menemani. Allah tidak bisa mati, ada selamanya dan tidak akan mati. Karena kalau allah mati berarti sama dengan alam ini.
Alam adalah kecuali Allah, semua di sebut alam. Sifat alam yaitu baru sebab adanya itu berasal dari tidak ada. Misal: langit, bumi, gedung, mobil, dan sebagainya sekarang sudah ada yang tadinya tidak ada.
Islam berasal dari kata salam yang berarti selamat. Islam adalah merupakan suatu agama yang diturunkan oleh Allah S.W.T. Melalui malaikat Jibril kepada Muhammad saw. (Nabi dan Rasul terakhi) sebagai penyempurnaan agama kepercayaan yang terdahulu (jaman jahiliyah/jaman kebodohan) yakni agama tauhid, Untuk seluruh umat agar terangkat dari kegelapan menuju terang benderang. Agama islam adalah satu satunya agama yang di anggap sah di hadapan Allah S.W.T.
انالدينعنداللهالاسلام.
"Innaddina 'Indallahil Islam".
Artinya:
"Sebenar-benarnya agama (yang di anggapsah) di akui Allah, yaitu agama Islam".
Adalah wajib bagi kita memegang (memeluk/mempunyai) agama.
Agama yaitu aturan mengenai perintah dan larangan Allah, yang di bawa oleh nabi besar Muhammad saw. yang di peruntukan bagi seluruh umat manusia.
~Contoh perintah dari Allah: shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, mencari ilmu, belajar membaca Al-qur'an dan lain sebagainya.
~Contoh larangan dari Allah: maling, jinah, judi, durhaka, menipu, mabuk-mabukan, berbohong, dan sebagainya.
Agama islam yaitu pengaturan untuk mengatur kehidupan manusia di alam dunia ini, agar dijauhkan dari kedurhakaan, supaya jalur hidupnya tidak kesasar, dan agar supaya hidupnya ada dalam kebahagiaan gemah ripah loh jinawi, dari dunia sampai akhirat.
Tuhan yang wajib di sembah adalah Allah S.W.T. Tuhan yang membuat tujuh lapis langit dan bumi serta segala rupa isinya, tidak ada yang menyamai-Nya. Dialah Tuhan yang wajib di sembah selamanya, Tuhan yang tunggal. Tidak memempunyai anak juga tidak dilahirkan, tidak mempunyai ibu dan bapak.
Allah adalah dzat sang maha pencipta yang tidak di ciptakan. Mahasuci Allah, Dia tercipta sendiri. Allah tidak mempunyai teman dan tidak ada yang menemani. Allah tidak bisa mati, ada selamanya dan tidak akan mati. Karena kalau allah mati berarti sama dengan alam ini.
Alam adalah kecuali Allah, semua di sebut alam. Sifat alam yaitu baru sebab adanya itu berasal dari tidak ada. Misal: langit, bumi, gedung, mobil, dan sebagainya sekarang sudah ada yang tadinya tidak ada.
Bagaimana cara membuktikan kebenaran agama Islam? Dalam proses mencari kebenaran, termasuk untuk membuktikan kebenaran agama Islam, para pemikir mendapati tiga teori besar, yaitu Teori Korespondensi, Teori Koherensi, dan Teori Pragmatisme.
1. Kebenaran Agama Islam - Teori Korespondensi
Membuktikan kebenaran agama Islam dapat menggunakan teori ini. Teori ini menyatakan bahwa kebenaran adalah kesesuaian (correspondence) antara pernyataan tentang sesuatu dengan kenyataan atau fakta sesuatu tersebut. Sebagai contoh, “Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab”.
Ini adalah sebuah pernyataan. Apabila kenyataan membuktikan bahwa “Al-Quran memang diturunkan dalam bahasa Arab,” pernyataan itu bernilai benar. Dengan demikian, pernyataan tersebut adalah suatu kebenaran, termasuk juga kebenaran agama Islam.
2. Kebenaran Agama Islam - Teori Koherensi
Membuktikan kebenaran agama Islam dapat juga menggunakan teori ini.Teori ini menyatakan bahwa kebenaran adalah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan lain yang lebih dahulu ada, telah diakui, diterima, atau diketahui kebenarannya. Sebagai contoh, “Sayyidina Ali adalah menantunya Rasulullah SAW.” Pernyataan ini kita ketahui dan terima kebenarannya dari sirah nabawiyyah.
Nah, apabila ada penyataan yang koheren (sesuai) dengan pernyataan tersebut, pernyataan ini dinyatakan benar karena koheren dengan pernyataan sebelumnya. Misal:
1. Rasulullah SAW telah menjadikan Ali bin Abi Thalib sebagai menantu beliau.
2. Sayyidina Ali menikah dengan salah seorang putri Rasulullah saw.
Kedua pernyataan di atas bernilai benar karena sesuai dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya. Inilah bukti kebenaran agama Islam.
3. Kebenaran Agama Islam - Teori Pragmatisme
Membuktikan kebenaran agama Islam dapat juga menggunakan teori ini.Teori ini menyatakan bahwa sesuatu dikatakan benar apabila memiliki nilai kegunaan (utility) dapat dikerjakan (workability), dan mendatangkan akibat yang memuaskan (satisfactory consequence). Dengan demikian, nilai manfaat yang dirasakan menjadi inti dari teori ini.
Bagaimana menguji kebenaran agama Islam dengan menggunakan tiga teori tersebut?
a. Kebenaran Agama Islam - Uji Teori Korespondensi
Untuk menguji kebenaran agama Islam dengan Teori Korespondensi, kita dapat mengajukan pertanyaan, “Apakah pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran sesuai dengan kenyataan atau realitas sebenarnya?
Di dalam Al-Quran bertebaran ayat-ayat yang bercerita tentang berbagai fenomena alam, pemberitaan tentang masa lalu dan masa depan, hal-hal gaib, kondisi psikologis manusia, dan sebagainya. Kita dapat menguji ayat-ayat tersebut dengan membandingkannya dengan realitas yang ada, semisal dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Sebagai contoh, dalam QS Al-Anbiya, 21: 30 disebutkan bahwa “... langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya ...” Apakah pernyataan ini benar?
Ilmu pengetahuan modern membuktikan ada ledakan dahsyat yang mengawali terjadinya alam semesta. Para ilmuwan menamainya Teori Big Bang. Jadi, pernyataan ayat Al-Quran tersebut benar adanya. Inilah salah satu bukti kebenaran agama Islam. Al-quran adalah salah satu bukti kebenaran agama Islam.
b. Kebenaran Agama Islam - Uji Teori Koherensi
Bagaimana menguji kebenaran agama Islam dengan Teori Koherensi? Untuk menguji kebenaran agama Islam, kita dapat mengajukan pertanyaan, “Apakah penyataan-pernyataan dalam Al-Quran atau hadits Nabi koheren (selaras) dengan pernyataan lainnya ataukah terdapat kontradiksi antara satu pernyataan dengan pernyataan lain.
Di sini kita bisa melihat unsur konsistensi Al-Quran atau hadits terhadap suatu masalah. Sebagai contoh kita ambil masalah zina. Nabi saw bersabda, “Jika seorang hamba berzina, maka keimanan keluar dari dirinya. Keimanan itu letaknya di atas kepalanya seperti sebuah payung. Jika dia meninggalkan perbuatan zina itu, maka keimanan itu akan kembali kepada dirinya.” (HR At-Tirmidzi).
Apakah kandungan hadits ini benar? Lihatlah apakah hadits ini selaras dengan hadits lain atau dengan ayat-ayat Al-Quran. Ternyata, kandungan hadits ini adalah suatu kebenaran karena nas-nash lain pun mendukung ayat ini.Inilah bukti kebenaran agama Islam.
Dalam QS Al-Isra, 17: 32 misalnya, Allah Swt berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; (sebab zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” Realitas pun membuktikan bahwa zina adalah perbuatan yang sangat buruk dan membahayakan.
c. Kebenaran Agama Islam - Uji Teori Pragmatisme
Adapun menguji kebenaran agama Islam dengan Teori Pragmatisme, kita bisa bertanya, “Apakah agama bisa memberikan manfaat bagi penganutnya?” Kita dapat berkaca pada pengalaman diri dan pengalaman banyak orang bahwa agama memberi manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, setidaknya dalam lima hal:
1. agama mampu memenuhi sense of religion;
2. agama mampu menjawab masalah-masalah psikologis manusia;
3. agama mampu menghadirkan ketenanganan, kedamaian, kebahagiaan, dan keteraturan dalam hidup;
4. agama menjadikan pemeluknya memiliki makna dan tujuan hidup;
5. agama pun mampu menjawab sekian banyak rasa ingin tahu manusia, semisal tentang hal-hal yang gaib.
William James, filsuf pendukung teori ini, mengakui sendiri bahwa agama adalah suatu kebenaran karena agama membawa pengaruh positif bagi para pemeluknya, dan dengan percaya pada Tuhan masyarakat menjadi lebih tertib, walaupun ia sendiri seorang atheis.
Dengan menggunakan ketiga alat uji ini, kita akan semakin yakin akan kebenaran agama Islam yang kita anut. Semoga.
Al-Quran - Fakta Tentang Kebenaran Agama Islam
Kebenaran agama Islam dapat dibuktikan dengan Al-quran. Al-quran adalah bukti kebenaran agama Islam yang tidak dapat dibantah oleh pemeluk agama lain. Bukti kebenaran yang berupa Al-quran ini sudah ada sejak 1500 tahun yang lalu dan hingga kini masih terjaga keasliannya. Inilah alasan orangt-orang kafir berupaya keras untuk memalasukan Al-quran.
Untuk mendustai kebenaran agama Islam, orang-orang kafir berupaya untuk menyamakan Islam dengan keyakinan mereka. Lalu, kenapa Islam tidak membalas dengan memalsukan kitab suci agama lain? Perlu diketahui bahwa Al-quran memiliki sebuah kata kunci, yaitu huruf-huru yang diberi nama ayat mutasyabhiat (alif lam mim, dan lain-lain). Di sinilah kita dapat melihat kebenaran agama Islam, yaitu jumlah huruf-huruf itu selalu berkelipatan 19 di setiap suratnya sehingga tidak ada satu orang pun di dunia ini mampu membuat yang serupa dengan Al-quran.
Hal ini membuktikan bahwa Al-quran yang diturunkan kepada Rasulullah Saw., tidak dapat diubah. Jadi, sekuat apapun, sehebat apapun, selama apapun mereka berusaha mengingkari kebenaran agama Islam dengan cara memalsukan Al-quran, orang-orang kafir tidak akan pernah mampu mengubah Al-quran, satu huruf sekali pun.
Kebenaran Agama Islam - Penelitian Tentang Wudhu
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa fenomena wudhu sangat erat hubungannya dengan anatomi tubuh manusia, terutama tulang. Penelitian ini secara tidak langsung telah menyibak kebenaran agama Islam. Jumlah bilangan ruas tulang yang dibasuh saat wudhu jumlahnya sama dengan jumlah tulang manusia dan juga sama dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun Hijriah.
1. Lengan dan Tangan (30 buah)
* 1 buah tulang lengan atas
* 2 buah tulang lengan bawah
* 8 buah tulang pergelangan tangan
* 19 buah tulang telapak dan jari-jari
2. Tungkai dan kaki (31 buah)
* 2 tungkai bawah
* 8 buah tulang pergelangan kaki
* 21 buah tulang telapak dan jari-jari
3. Wajah (12 buah)
* 1 buah tulang dahi
* 1 buah tulang baji
* 1 buah rahang atas
* 1 buah rahang bawah
* 1 buah tulang air mata
* 1 buah tulang pelipis
* 2 buah tulang hidung
* 2 buah tulang pipi
4. Rongga mulut dan hidung (41 buah)
* 32 gigi geligi
* 1 buah tulang langit-langit
* 1 buah rahang
* 7 buah sekat dan karang hidung
5. Kepala dan telinga (12 buah)
* 2 buah tulang pelipis
* 2 buah tulang ubun-ubun
* 1 buah tulang
* 1 buah tulang baji
* 1 buah tulang dahi
* 1 buah tulang belakang kepala
* 6 buah tulang pendengaran
Bagian tubuh poin 1-4 dijumlahkan, yaitu 30+31+12+41= 114. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dikalikan 3 (114x3) dan hasilnya sama dengan 342. Poin 5 tidak dikalikan 3 karean ketika berwudhu, bagiuan kepala dan telinga hanya dibasuh sekali. Angka 342 kemudian dijumlahkan dengan jumlah tulang penyusun bagian tubuh pada poin 5, yaitu 12 (342x12). Hasilnya adalah angka 354.
Angak 354 sama dengan jumlah hari dalam satu tahun Hijriah dan sama juga dengan jumlah seluruh tulang manusia. Jadi, membasuh anggota tubuh ketika berwudhu seolah-olah telah membasuh seluruh tubuh manusia. Jika kita renungkan, inilah salah satu kebenaran agama Islam.
Mari Berbagi
14 tahun yang lalu

2 komentar:
Dikasih sumber ayat berapa dari Qur'an, jadi valid...
Terima kasih Pak dengan artikelnya, sangat membantu
Posting Komentar