Subscribe Twitter FaceBook

Jumat, 10 Februari 2012

Salam = Lipstik

Share on :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ  “Assalamualaikum .....“ artinya : Perdamaian, rahmat dan berkah Allah  itulah sapaan yang sering kita  dengar, baik sedang bertamu atau menerima sebuah panggilan di telephon maupun handphone dan bahkan nada dering salam sudah jadi tren di setiap handphone. Apalagi dalam sholat termasuk rukun dan hukumnya wajib.
Namun pernahkah kita semua menyadari bahwa arti salam yang terkandung di dalamnya.
dengan mengucap salam secara tulus ikhlas akan berdampak positif kepada si pengucap salam apalagi yang menjawabnya.
Mengapa demikian monggo di urai ( lho kok kayak benang ) lanjuttt

Pertama : Perdamaian
 Dengan mengucapkan salam si pemberi salam datang dengan rasa penghormatan, persaudaraan dan secara tak langsung berdoa kepada Allah agar penerima
salam hidup dengan ketentraman serta kedamaian .

Ke dua : Rahmat
Rahmat itu hanya milik Allah dan karena Rahmat Allah kita semua bisa menikmati kehidupan  secara gratis.
Jelas pengharapan doa yang sangat mahal, kita  menerima ucapan sebuah salam.

Ke tiga : Barokah
Barokah ini bisa diartikan kebaikan dalam segala hal, baik dalam usaha, kesehatan, rumah tangga dan yang lain.
Namun jangan Barokah disempitkan artinya menjadi tambah banyak secara materi,
Hakekat Barokah adalah setiap datangnya rizky yang kita terima akan semakin menambah rasa sukur kepada Allah, semakin taat dan rajin menjalankan semua apa yang di perintahkanNya.

Jadi kesimpulan uraian saya yang singkat di atas adalah merupakan pengharapan kepada diri saya terutama dan pada umat Islam.
Mari sebarkan salam dengan tulus ikhlas karena ucapan salam bukan sebagai penghias bibir ( LIPSTIK ) tanpa ada sebuah pengharapan serta doa.
Bahkan dengan sindiran gusdur di sebuah wawancara ucapan salam bisa diganti dengan selamat pagi. Baca http://www.gusdur.net/Opinion/Print_page?id=206/hl=id/Kula_Ndherek_Gus

Sebagai pedoman saya sertakan dalil – dalil tentang salam
" Jika kalian masuk ke dalam rumah,berilah salam kepada diri kalian sebagai tahiyat penuh berkah dan baik yang berasal dari Allah " (QS An Nur : 61 )

" Jika kalian diberi salam penghormatan,balaslah dengan cara yang lebih baik atau dengan yang serupa " ( QS An Nisa :86 )

Dan Rasulullah SAW pun menganjurkan kepada kita menyebarkan salam

" Demi Allah diriku ditanganNya,kamu tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman,dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna sehingga kamu saling mencintai.Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu tentang sesuatu yang kamu lakukan pasti kamu saling mencintai?ialah sebarkanlah salam diantara kamu " ( HR Muslim )

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam beliau bersabda : “Apabila salah seorang dari kalian bertemu dengan saudaranya maka ucapkanlah salam padanya. (Kemudian) jika pohon, tembok, atau batu menghalangi keduanya dan kemudian bertemu lagi maka salamlah juga padanya.” (HR. Abu Dawud dalam As Sunan nomor 5200 sanadnya shahih dan para perawinya tsiqah.Lihat Silsilah Al Ahadits As Shahihah nomor 186)
Pada hadits ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memerintahkan seorang Muslim mengucapkan salam kepada saudaranya yang Muslim jika menjumpainya. Karena salam dapat menggalang persatuan, menghilangkan rasa benci, dan mendatangkan cinta. Perintah di dalam hadits ini bersifat istihbaab yang maknanya anjuran dan ajakan, bukan wajib (lihat dalil-dalil yang memalingkan dari hukum wajib ke hukum istihbaab dalam kitab Aqdu Az Zabarjad fi Tahiyyati Ummati Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam).
Berdasarkan ayat-ayat dan sejumlah hadist di atas,para ulama berpendapat bahwa hukum menjawab salam adalah wajib. Dan mereka juga berpendapat bahwa ucapan salam dari sekelompok orang hukumnya sunnah kifayah.Artinya cukup diucapkan oleh salah seorang diantara mereka,walau lebih baik diucapkan oleh semuanya.Demikian pula apabila yang menjawabnya banyak.Maka ia tidak harus dijawab oleh semuanya,meskipun lebih baik kalau semuanya menjawab.

0 komentar:

Posting Komentar